Ibu Ayah

Aku mempunyai seorang ibu. Akupun mempunyai seorang ayah.
Tapi, ibuku adalah ayahku. Dan ibuku tetap ibuku.
Setiap kali aku membaca untaian kata tentang ibu, aku menangis karena ibu. Ketika aku membaca untaian perjuangan seorang ayah, aku menangis karena ibu.

Ibuku begitu luar biasa. Ia bisa menjadi apapun untuk anak – anaknya. Ia bisa menjadi bidadari. Ia bisa menjadi pelangi. Ia bisa menjadi matahari. Ia bisa menjadi bintang. Ia bisa menjadi penerang. Namun, secerah dan seterang apapun itu, tak ada yang lebih membahagiakanku selain senyuman ibu.

Ibu mengajarkanku untuk selalu berbuat baik. Untuk tetap bersikap sopan. Untuk menjadi terbaiknya diriku. Aku takkan pernah lupa nasehat ibu setiap kali berangkat sekolah. Jadilah seseorang yang seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Dan mungkin saat ini aku masih menerka nerka bagaimana implikasi sebenarnya dalam kehidupan nyata yang harus aku lakukan.