Secret Admirer 2

Bandung, 23 April 2015

Kau..
Yaa kamu. Tak sadarkah dirimu begitu lamanya aku menunggu?
Kepastian diantara kita. Apa yang sebaiknya terjadi diantara kita?
Aku tahu, aku tak layak memaksamu begitu.
Aku sadar, aku tak pernah kau anggap ada.
Aku hanya serpihan abu – abu yang berterbangan dihembuskan angin.
Aku hanya penemanimu disaat kau membutuhkanku.
Aku hanya sosok yang begitu tak bermaknanya untukmu.
Karena aku bukan dia.
Karena kau tak memilih aku.
Tapi mengapa kau selalu ada begitu saja untukku?
Mengapa tak hilang seluruhnya saja dari hidupku jika yang kau pilih adalah dia?
Kenapa?
Kenapa kau perlakukan aku begini?

Yang kuinginkan hanyalah engkau
Yang mungkin kau takkan pernah bisa pahami
Yang mungkin aku sendiripun tak mampu mengerti
Mengapa aku menginginkanmu?
Hanya kamu?
Tapi dirimu?
Adakah rasa yang sama untukku sedikit saja? Sebentar saja?

Bersamamu adalah hal yang terindah
Begitu banyak waktu yang kita habiskan bersama.
Tapi, pernahkah sekali saja kau pahami aku?
Ketika bersamamu, aku seperti terjaga.
Ketika bersamamu, aku merasakan apa arti bahagia.
Begitu banyak khayalku tentangmu.
Begitu banyaknya harapku padamu.
Tapi mungkin kau patahkan.
Tapi mungkin kau dustai.

Tak kuinginkan lebih.
Cukup kamu.
Hanya kamu yang aku ingin.
Dan semua yang ada pada dirimu begitu istimewanya untuk diriku.
Mungkin kamu merasa kalau diriku menjadikan dirimu obsesi?
Tidak, tidak sama sekali.
Buktinya, seperti inipun aku diam kan?

Yang kuinginkan kau seutuhnya.
Kau yang utuh.
Kau yang menyempurnakan aku

Mencintaimu adalah hal yang terbaik
Kau harus tahu bahwa
Aku cinta kamu.