Secret Admirer (Final)

Jatinangor, 24 Mei 2015

Aku pada akhirnya muncul pada suatu kesimpulan bahwa, aku benar – benar bukan untukmu. Begitupun aku bukanlah untukmu. Penyatuan pemikiran antara kau dan aku sepertinya tak menemukan titik temu. Jalan pikiran kita berbeda. Imajinasimu tak seperti imajinasiku.
Aku tersadar bahwa kita hanya bisa menjadi sepasang sahabat. Tapi, mungkin ketika kau butuh, Alhamdulillah aku selalu ada. Tapi, ketika aku membutuhkanmu, kamu dimana? 
Dari situlah aku menyadari bahwa kita tak bisa bersama.
Seperti katamu, kita telah memutuskan untuk melewati jalan kami masing – masing. So do I. Mari kita biarkan semua ini menjadi kenangan indah, antara kau dan aku. Kenangan masa remaja yang begitu konyol, mengharu biru dan menyenangkan.
Aku senang pernah kenal denganmu, pernah bercengkerama denganmu, bercerita suka duka denganmu, bercanda denganmu, bertengkar denganmu, bersaing denganmu dan berbahagia denganmu.
Walaupun hanya sekejap saja. Walaupun kau tak sekalipun menganggapku lebih. Tak mengapa. Aku bahagia karena kau ada =))
Terima kasih atas segalanya, Ramdani ^-^

Salam persahabatan dariku,
Sheila Ruth Sartika =))