Secret Admirer (Prolog)

Bandung, 23 April 2015

Sudah tiga tahun lamanya, tak terasa bukan?
Hampir selama itulah aku memendam rasa untukmu. Menunggumu sejak lama. Mengagumimu dari jauh.
Tidak mudah memang rasanya, ketiika kau begitu mudahnya menceritakan semua wanita itu dihadapanku.
Melihatmu dan memandangmu begitu bahagia membuatku merasa, “Ya, sepertinya aku harus berhenti.”
Setiap kali kau meminta bagaimana pendapatku tentang dirimu dan tentang mereka, aku memang tidak marah. Tidak sama sekali.
Aku menikmati semua itu. Yang takkan bisa disebut proses. Dan belum bisa disebut menyerah.
Aku hanya mampu melakukan apa yang bisa aku lakukan.
Menyukaimu sejak dahulu, sudah sedikit lebih mudah buatku untuk menghadapimu sekarang.
Dengan segelintir wanita – wanita hebat disekelilingmu, memang membuatku gentar.
Tapi, yang aku herankan, mengapa aku bisa bertahan tanpa mencoba membuat tahu? Selama ini?